Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul terus berkomitmen membangun peradaban melalui penguatan karakter peserta didik. Di bawah kepemimpinan Risdiyanto, madrasah menekankan bahwa pendidikan tidak hanya soal mengejar angka di atas kertas, tetapi juga mencetak generasi yang cerdas secara akal dan mulia secara akhlak. Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun) pun dijadikan kekuatan utama dalam keseharian pada Kamis (22/1/2026) pagi.
Budaya 5S di lingkungan madrasah dipandang sebagai fondasi karakter yang luar biasa. Senyum dimaknai sebagai sedekah termudah, sapaan sebagai bentuk penghargaan kepada sesama, dan salam sebagai doa keselamatan yang ditebarkan setiap hari. Selain itu, sikap sopan dan santun menjadi ciri khas pribadi yang berilmu serta memiliki kehalusan budi pekerti yang dicintai oleh Allah dan sesama manusia.
Untuk menggerakkan semangat ini, madrasah meluncurkan program "Laskar 5S" sebagai aksi nyata. Program ini meliputi pemilihan Duta 5S Mingguan di setiap kelas, gerakan saling melempar senyum dan salam sebelum masuk kelas, hingga pemberian Reward Bintang Akhlak bagi siswa yang paling konsisten. Siswa yang terpilih akan mendapatkan apresiasi khusus yang dipajang di majalah dinding madrasah sebagai bentuk motivasi bagi siswa lainnya.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, memberikan pesan mendalam kepada seluruh siswa agar menjadikan adab sebagai prioritas utama. "Ilmu tanpa adab seperti pohon tanpa buah. Mari kita jadikan 5S sebagai napas kita sehari-hari. Banggakan orang tuamu, banggakan madrasahmu," tegasnya.
Sebagai penyemangat, madrasah juga menggaungkan yel-yel khusus. Setiap kali diteriakkan "MIN 1 Gunungkidul!", seluruh siswa menyambut dengan lantang, "Berakhlak Mulia, Semangat Luar Biasa, Allahu Akbar!". Semangat ini diharapkan terus membekas dalam hati para siswa untuk menjadi pribadi yang unggul dan menginspirasi di masa depan.
Posting Komentar