Konsistensi penerapan 5S dinilai sangat krusial untuk menciptakan ekosistem sekolah yang harmonis. Lingkungan yang ramah diyakini memengaruhi kesiapan kognitif anak secara langsung. Melalui sapaan hangat para guru, hormon stres pada anak dapat menurun sehingga kondisi otak menjadi lebih rileks dan siap menyerap informasi baru dengan lebih cepat. Selain itu, pembiasaan ini membangun koneksi emosional yang kuat antara siswa dan madrasah, sekaligus memberikan teladan nyata dalam berinteraksi sosial.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menekankan pentingnya suasana hati yang positif sejak awal menginjakkan kaki di madrasah. "Jika otak anak sudah 'cair' dan senang sejak di gerbang, maka tantangan pelajaran sesulit apa pun di kelas akan terasa lebih ringan bagi mereka," pungkasnya.
Penyambutan siswa pada Rabu pagi ini dipimpin oleh tim guru yang bertugas dengan penuh semangat, yaitu Hidayati, Jamiyatun, Yuwanto, dan Mohamad Akyas. Para petugas tampak sigap menyambut kedatangan siswa satu per satu, memastikan setiap anak memasuki area madrasah dengan perasaan bahagia dan motivasi yang tinggi. Hal ini diharapkan menjadi pemicu energi positif yang bertahan hingga siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.
Posting Komentar