Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Mengawali kegiatan belajar mengajar dengan pendekatan spiritual, MIN 1 Gunungkidul secara konsisten menggerakkan pembiasaan salat dhuha berjamaah dan murojaah Al-Qur'an. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru ini dipusatkan di Masjid Al-Muttaqin kompleks madrasah pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan pagi tersebut dipandu langsung oleh Novan Hariansyah yang membimbing jalannya salat dhuha dengan khidmat. Setelah salat, agenda dilanjutkan dengan murojaah atau pengulangan hafalan ayat-ayat suci Al-Qur'an secara bersama-sama. Hal ini bertujuan agar hafalan para siswa tetap terjaga, lancar, dan melekat kuat dalam ingatan mereka sebagai bagian dari penguatan literasi religi.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari visi madrasah untuk mencetak generasi yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kemantapan iman. Pembiasaan ini diyakini memberikan dampak positif yang besar, mulai dari menenangkan jiwa siswa agar lebih fokus belajar, melatih kedisiplinan waktu, hingga menanamkan keyakinan bahwa segala kemudahan dalam mencari ilmu bersumber dari rida Allah SWT.
"Dengan memulai hari di masjid melalui salat dhuha dan lantunan ayat suci, kita sedang menjemput keberkahan. Kami ingin anak-anak terbiasa menjadikan ibadah sebagai kebutuhan, bukan sekadar kewajiban," ujar Risdiyanto.
Suasana Masjid Al-Muttaqin tampak tertib dan penuh energi positif, menjadi saksi semangat para generasi "Istimewa Qurani" MIN 1 Gunungkidul dalam menempa diri. Melalui rutinitas ini, madrasah berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesantunan budi pekerti yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an.
Posting Komentar