Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Suasana berbeda tampak di halaman MIN 1 Gunungkidul pada Senin (19/1/2026) pagi. Menggantikan agenda rutin upacara bendera, ratusan siswa berkumpul dengan khidmat untuk melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Madrasah secara khusus menggerakkan program Murojaah Juz 30, Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), dan Tahfidz sebagai bagian dari persiapan spiritual menghadapi Kompetensi Olah Raga Seni Siswa Madrasah (KOSSMA) atau yang dikenal sebagai PKM.
Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW guna mempertebal keimanan dan motivasi belajar siswa. Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menyampaikan bahwa keberhasilan dalam ajang kompetensi tidak hanya ditentukan oleh latihan fisik dan teknik, tetapi juga oleh kekuatan spiritual. Melalui murojaah dan tahfidz, madrasah berikhtiar membangun mental siswa agar lebih tenang dan tangguh saat bertanding nanti.
Koordinator BTQ dan Tahfidz, Novan Hariansyah, memimpin langsung jalannya murojaah massal tersebut. Program ini dirancang agar siswa tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan hafalan Juz 30 siswa semakin kuat (mutqin) serta memperbaiki tata cara membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid bagi seluruh level kelas.
"Kita ingin anak-anak maju di KOSSMA dengan mental yang kuat. Murojaah dan tahfidz ini adalah ikhtiar kita mengetuk pintu langit. Ilmu dan prestasi adalah bekal dunia, namun Al-Qur'an adalah bekal utama untuk akhirat," ungkap Risdiyanto dalam sambutannya.
Melalui momentum Isra Mi’raj, para siswa juga diajak meneladani kedisiplinan Rasulullah SAW. Transformasi agenda upacara menjadi pengajian dan murojaah ini menjadi simbol komitmen MIN 1 Gunungkidul dalam menyeimbangkan antara prestasi akademik maupun non-akademik dengan kecerdasan spiritual. Dengan semangat ini, madrasah siap melahirkan atlet dan seniman yang tidak hanya tangkas di lapangan, tetapi juga memiliki kedekatan dengan Al-Qur'an.
Posting Komentar