Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul kembali menunjukkan taringnya dalam dunia pendidikan digital melalui inovasi pembelajaran berbasis platform Wayground. Langkah strategis ini diaplikasikan pada Senin (26/1/2026) pagi sebagai upaya menjawab tantangan zaman sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan interaktif bagi seluruh peserta didik.
Inovasi ini digerakkan oleh Mohamad Akyas yang fokus pada integrasi teknologi digital ke dalam kurikulum harian. Penggunaan Wayground di madrasah ini merupakan transformasi fundamental dalam cara siswa menyerap informasi. Dengan kombinasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), guru dapat melakukan personalisasi materi sesuai kecepatan belajar masing-masing siswa, memberikan umpan balik secara real-time, serta memfasilitasi eksplorasi proyek digital yang menggabungkan visual dan logika.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menjadi motor utama di balik semangat perubahan ini. Ia menegaskan bahwa inovasi digital adalah kunci agar proses belajar-mengajar tidak berjalan monoton. Pendekatan deep learning yang diusung bertujuan agar siswa terlibat sepenuhnya dalam berpikir kritis dan berkolaborasi. Dengan suasana yang menyenangkan, diharapkan motivasi belajar siswa meningkat secara alami tanpa merasa terbebani oleh materi pelajaran.
"Kami sangat mendorong adanya inovasi pembelajaran ini. Tujuannya jelas: agar siswa merasa senang dan terlibat sepenuhnya. Kita ingin menciptakan pembelajaran yang menggembirakan sesuai dengan pendekatan deep learning," ujar Risdiyanto.
Melalui langkah berani ini, MIN 1 Gunungkidul memposisikan diri sebagai salah satu madrasah pelopor pendidikan berbasis teknologi di wilayah DIY. Hal ini membuktikan bahwa nilai-nilai agama dan kecanggihan digital dapat berjalan beriringan demi mencetak generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.
Posting Komentar