Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Gunungkidul terus berkomitmen membentuk karakter peserta didik yang berakhlakul karimah melalui pembiasaan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun). Tradisi yang dilakukan pada Selasa (27/1/2026) pagi saat menyambut kedatangan siswa ini terbukti memberikan dampak positif bagi perkembangan mental maupun fisik siswa.
Kepala MIN 1 Gunungkidul, Risdiyanto, menyampaikan bahwa penerapan 5S bukan sekadar formalitas kesantunan, melainkan sebuah stimulasi penting bagi tumbuh kembang anak. Gerakan sederhana dalam 5S, seperti bersalaman dan tersenyum, secara tidak langsung mengaktifkan koordinasi motorik halus serta saraf-saraf wajah. Hal ini menciptakan suasana hati yang bahagia sejak awal hari, sehingga kesiapan belajar siswa meningkat secara drastis.
Selain aspek fisik, poin "Senyum" dalam budaya ini memiliki manfaat psikologis dan sosial yang signifikan. Senyuman tulus di pagi hari mampu memicu pelepasan hormon endorfin yang membuat siswa merasa rileks dan mengurangi rasa cemas saat menghadapi pelajaran. Lingkungan sekolah yang penuh keramahan ini juga mempererat ikatan kekeluargaan antara guru dan siswa, sehingga madrasah terasa seperti rumah kedua yang hangat bagi anak-anak.
"Ketika anak bersalaman dengan guru dan melempar senyum, terjadi koordinasi motorik yang halus. Hal ini menciptakan suasana hati yang bahagia sejak pagi, sehingga kesiapan belajar mereka meningkat drastis," ungkap Risdiyanto.
Melalui konsistensi budaya 5S, MIN 1 Gunungkidul ingin membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat adalah kunci untuk mencetak generasi yang cerdas secara intelektual sekaligus unggul dalam etika. Pancaran energi positif dari setiap sapaan dan senyuman diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang bugar, santun, dan siap menyongsong masa depan dengan penuh percaya diri.
Posting Komentar