Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Suasana pembelajaran fikih di kelas 5A MIN 1 Gunungkidul tampak berbeda dan lebih dinamis pada Rabu (15/1/2026) pagi. Sebanyak 23 siswa diajak untuk mendalami materi tentang hewan kurban melalui metode diskusi kelompok yang dibentuk menggunakan pendekatan teknologi digital.
Untuk menjaga objektivitas dan keceriaan, pembagian kelompok dilakukan secara acak menggunakan aplikasi Picker Wheel. Dari total siswa yang hadir, terbentuk 6 kelompok dengan jumlah anggota maksimal 4 siswa per kelompok. Penggunaan media interaktif ini terbukti efektif meningkatkan antusiasme siswa sebelum mereka masuk ke dalam sesi diskusi yang lebih serius.
Dalam kegiatan tersebut, setiap kelompok memiliki tugas untuk membahas beberapa poin krusial terkait ibadah kurban. Materi diskusi meliputi pengertian kurban baik secara bahasa maupun istilah, serta pemahaman mengenai macam-macam hukum kurban. Selain itu, siswa juga membedah jenis-jenis hewan yang diperbolehkan untuk dijadikan kurban serta alasan syar'i mengapa hanya hewan tertentu saja yang memenuhi kriteria tersebut.
Melalui model diskusi kelompok ini, para siswa didorong untuk aktif bertukar pikiran dan mencari referensi guna menjawab tantangan materi yang diberikan. Pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning) ini bertujuan agar peserta didik tidak hanya menghafal teori, tetapi juga memahami esensi dan filosofi dari ibadah kurban dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan belajar mengajar ini merupakan bagian dari komitmen MIN 1 Gunungkidul untuk terus menghadirkan inovasi di dalam kelas. Dengan memadukan perangkat digital dan metode diskusi yang runtut, madrasah berharap siswa kelas 5A dapat menguasai konsep fikih kurban secara komprehensif sekaligus melatih keterampilan komunikasi serta kerja sama tim sejak dini.
Posting Komentar