Tanamkan Moderasi Beragama, Siswa Kelas 3 MIN 1 Gunungkidul Pelajari Keberagaman Tata Cara Salat Tarawih

 

Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Dalam upaya membentuk karakter siswa yang inklusif dan saling menghargai, guru Fikih MIN 1 Gunungkidul memberikan materi khusus mengenai keberagaman praktik ibadah pada Selasa (13/1/2026) pagi. Fokus pembelajaran kali ini adalah membahas perbedaan jumlah rakaat serta tata cara pelaksanaan salat tarawih dan salat witir bagi siswa kelas 3A dan 3B.

Dalam kegiatan belajar mengajar tersebut, Mohamad Akyas menjelaskan secara detail bahwa dalam tradisi Islam terdapat variasi jumlah rakaat salat tarawih serta perbedaan teknis pelaksanaannya, seperti pola dua rakaat salam maupun empat rakaat salam. Penjelasan ini bertujuan agar siswa memahami bahwa perbedaan tersebut memiliki landasan hukum yang sah dalam syariat Islam.

Penekanan utama dalam materi ini bukan sekadar pada aspek teknis ibadah, melainkan pada penguatan moderasi beragama sejak dini. Siswa diajarkan bahwa setiap perbedaan tata cara tersebut adalah benar dan diperbolehkan. Dengan memahami dasar-dasar perbedaan ini, diharapkan siswa memiliki rasa toleransi yang kuat dan tidak kaku dalam menyikapi praktik keagamaan yang mungkin berbeda di lingkungan tempat tinggal mereka.

"Penting bagi anak-anak untuk mengetahui bahwa semua cara tersebut benar dan boleh dilaksanakan. Kami menanamkan nilai ini agar kedepannya mereka tumbuh menjadi pribadi yang saling menghormati dan tidak mudah menyalahkan perbedaan pelaksanaan keagamaan orang lain," ungkap Mohamad Akyas di sela-sela pembelajaran.

Melalui pendekatan ini, MIN 1 Gunungkidul berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual dalam memahami hukum fikih, tetapi juga memiliki keluhuran budi pekerti dalam berinteraksi sosial. Penanaman nilai toleransi sejak bangku madrasah ibtidaiyah ini diharapkan menjadi modal berharga bagi siswa dalam menjaga harmonisasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama