Ngawen (MIN 1 Gunungkidul) --- Nuansa religius dan semangat menuntut ilmu tidak hanya terlihat di kalangan siswa, tetapi juga di antara para pendidik MIN 1 Gunungkidul. Pada Jumat (9/1/2026) siang, suasana hangat tampak saat dua orang guru, Hidayati dan Jamiyatun, mengantre untuk berkonsultasi seputar persoalan ibadah harian kepada rekan sejawat mereka, Muhammad Yusuf Arrafat.
Muhammad Yusuf Arrafat yang merupakan guru kelas 4A, memang dikenal memiliki kedalaman ilmu agama dan aktif sebagai tokoh masyarakat di lingkungannya. Kesempatan setelah jam sekolah atau saat istirahat sering kali dimanfaatkan oleh sesama rekan guru untuk memperdalam pemahaman fiqih, mulai dari tata cara bersuci hingga rukun ibadah harian yang sering ditemui dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan konsultasi ini berlangsung secara santai namun penuh khidmat. Interaksi ini menjadi bukti bahwa semangat belajar dan tabayyun (mencari kejelasan) tetap dijunjung tinggi di lingkungan madrasah. Dengan adanya wadah diskusi antar-guru seperti ini, pemahaman terhadap syariat Islam dapat terus terjaga dan selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan kepada para peserta didik di dalam kelas.
Kepala MIN 1 Gunungkidul senantiasa mendukung adanya sinergi dan saling berbagi ilmu di antara para staf. Keberadaan guru yang juga menjadi tokoh agama di masyarakat dipandang sebagai aset berharga bagi madrasah untuk memperkuat karakter religius seluruh warga sekolah. Dengan pemahaman ibadah yang kuat, diharapkan setiap guru dapat memberikan keteladanan yang nyata bagi para siswa.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kompetensi keagamaan para pendidik. Melalui diskusi dan konsultasi rutin, MIN 1 Gunungkidul terus berupaya menjaga kualitas pendidikan yang berlandaskan pada pemahaman agama yang benar dan relevan dengan tantangan zaman.
Posting Komentar